Sampai saat ini masih banyak anggapan bahwa memasang altar s...
Wednesday, 27 Jul 2016
Mengenal Hio atau Dupa Sembahyang
Hio atau dupa merupakan simbol dari keharuman nama baik seseorang. Bau wangi dupa yang dibawa angin akan tercium di tempat yang jauh, namum tidak dapat tercium di tempat yang berlawanan dengan arah angin. Begitu juga dengan perbuatan manusia yang baik akan diketahui oleh banyak orang, tetapi perbuatan tidak baik dimanapun berada juga akan diketahui oleh orang lain.
Sumber : http://jualhiodupa.blogspot.co.id
Makna Membakar Dupa atau Hio
Membakar dupa/hio mangandung makna:
- Jalan Suci itu berasal dari kesatuan hatiku.
- Hatiku dibawa melalui keharuman hio.
- Menenteramkan pikiran, memudahkan konsentrasi, meditasi. (seperti aroma therapy pada jaman sekarang)
- Mengusir hawa atau hal-hal yang bersifat jahat.
- Mengukur waktu : terutama pada jaman dahulu, sebelum ada lonceng atau jam. (seperti pada saat duel di film-film kungfu)
Ketentuan Jumlah atau Penggunaan Dupa
1. Hio yang bergagang Hijau
- 2 batang : digunakan untuk menghormat jenasah keluarga sendiri atau kehadapan altarnya yang masih belum melampaui masa berkabung atau sembahyang. Boleh juga dipakai satu batang saja.
2. Hio yang bergagang Merah
- 1 batang : dapat digunakan untuk segala upacara sembahyang bermakna memusatkan pikiran untuk sungguh-sungguh bersujud.
- 2 batang : untuk menghormat kepada arwah orang tua/yang meninggalnya telah melampaui 2 x 360 hari.
- 3 batang : untuk bersembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa/Nabi/Para Suci.
- 4 batang : sama makna dengan 2 batang.
- 5 batang : untuk menghormat arwah umum, umpamanya pada sembahyang imlek. Mengandung makna melaksanakan Lima Kebajikan atau sembahyang Thu thi kung (hok tek ceng sin).
- 8 batang : sama guna dengan 2 batang, khusus untuk upacara kehadapan jenasah oleh Pimpinan Upacara dari Majelis Agama. Mengandung makna Delapan Kebajikan.
- 9 batang : untuk bersembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa/Nabi/Para Suci.
- 1 pak : Boleh sebagai pengganti 9 batang atau 1 batang ini kurang/tidak perlu.
Makna Dupa atau Hio
Hio yang dipakai dalam sembahyang umat Buddha biasanya berjumlah 3 batang. Dupa sebanyak 3 batang ini melambangkan "pantangan", "tekad", "bijaksana". Menurut ajaran agama Buddha, pantangan melahirkan tekad, tekad membentuk kebijaksanaan.
Hio dalam penancapannya di agama Buddha biasanya ada urutan yang juga mengandung makna tersendiri. Biasanya dimulai dengan menancapkan yang di tengah, kemudian sebelah kanan baru kemudian sebelah kiri. Hio tengah mempunyai arti bersujud pada Buddha, hio kanan bersujud pada Dharma (ajaran Buddha) dan hio kiri bermakna bersujud pada Bhiksu. Makna dan Kegunaan





