Mengapa sulit menemukan jodoh yang baik? Para perempuan Budd...
Cara Mendidik Anak agar Menjadi Baik dan Pintar Secara Buddhis
3. Jangan Mengajarkan untuk meminta-minta kepada Buddha atau Berdoa agar Buddha Mengabulkannya. Buddha tidak akan memberikan atau mengabulkan apa yang kita minta. Ajarkanlah kepada anak tentang hukum “Karma/perbuatan”. Segala sesuatu yang kita peroleh adalah hasil dari perbuatan yang telah kita lakukan. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai, perbuatan baik akan menghasilkan yang baik begitu pula sebaliknya
1.  Jangan sekali-kali mengajarkan bahwa Buddha adalah Tuhan. Ajarkan kepada anak yang benar bahwa: Tuhan bukanlah “sosok” makhluk, Tuhan dalam Buddhis tidak punya sifat seperti manusia, contoh:  maha pengasih, penyayang dll. Sifat Tuhan dalam Buddhis yaitu maha Esa (satu-satunya) dan maha suci (terbebas dari Lobha, Dosa, dan Moha). Tuhan dalam Buddhis mengacu pada “Nibbana”, dan perannya sebagai tujuan akhir.
2. Menerapkan “Pancasila Buddhis” kepada anak sejak dini. Orang tua harus menjadi contoh/panutan bagi anaknya. Tanamkanlah sifat cintakasih terhadap anak dengan tindakan kita terlebih dahulu. Segala perilaku dan tindakan yang dilakukan orang tua, secara tidak langsung anak akan menirukannya.
4. Menghormat ke patung Buddha bukan berarti menyembah. Dalam Agama Buddha selalu diajarkan “Tidak menyembah patungng/berhala”. Ajarkanlah kepada anak bahwa bernama skara/bersujud kepada Buddha adalah bentuk penghormatan kepada guru kita “Buddha Gotama”. Berilah contoh seperti ketika di sekolah pada saat upacara bendera, menghormati bendera merah putih adalah suatu bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa.
5. Jangan takuti anak anda dengan mengatakan bahwa Buddha akan marah dan menghukum kita “nakal”. Buddha selalu mengajarkan Cinta Kasih di setiap ajarannya. Buddha tidak akan marah atau murka.
Sumber: http://penemuanterkini.blogspot.co.id/






