5 Kata Mutiara Sidharta Gautama

5 Kata Mutiara Sidharta Gautama

Thursday, 03 Nov 2016

Siddharta Gautama atau Buddha Goutama adalah guru spritual dari wilayah Timur laut India yang juga merupakan pendiri agama buddha. Siddharta lahir sebagai putra Mahkota yang hidup dalam kehidupan serba mewah sebelum ia memutuskan untuk meninggalkan segala kemewahan demi mencari ‘obat’ untuk menyembuhkan penderitaan hidup dan mati, yang kemudian dikenal dengan ’4 kebenaran mulia‘ dan ‘jalan mulia beruas delapan’.

Sepanjang hidupnya Siddharta Gautama selama lebih dari 40 tahun setelah dirinya mencapai ke-Buddha-an, beliau lebih sering membabarkan ajaran melalui khotbah secara lisan kepada masyarakat dan murid – muridnya yang kemudian terangkum dan dicatat beberapa ratus tahun kemudian dimana himpunan tersebut kemudian disebut dengan Tipitaka (Tripitaka) yang dikenal sebagai kitab suci utama agama Buddha.

Berikut ini adalah 5 Kata Mutiara Siddharta Gautama:

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya’

Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya.” Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu, maka kebencian tak akan pernah berakhir’

Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa, dalam pertengkaran mereka akan binasa tetapi mereka, yang dapat menyadari kebenaran ini akan segera mengakhiri semua pertengkaran”

Mereka yang menganggap, ketidak-benaran sebagai kebenaran. dan kebenaran sebagai ketidak-benaran. maka mereka yang mempunyai, pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat, menyelami kebenaran”

Di dunia ini ia menderita. Di dunia sana ia menderita. Pelaku kejahatan menderita di kedua dunia itu. Ia meratap ketika berpikir, “Aku telah berbuat jahat,”, dan ia akan lebih menderita lagi, ketika berada di alam sengsara”


Sumber: http://www.buddha.id

Similar Article

Makna Sebuah Altar Sembahyang

Sampai saat ini masih banyak anggapan bahwa memasang altar s...

Kebijakan Privasi

Adanya Kebijakan Privasi ini adalah komitmen nyata dari Dham...

Delapan Dewa

Legenda Delapan Dewa mungkin berawal pada Dinasti Tang, dan ...

Tips Memilih Dupa

Terkadang kita tidak begitu memperhatikan hal-hal kecil pada...

Makna dari Berlindung

Harus dipahami bahwa Agama Buddha tidak bertujuan untuk memb...